Di dunia modern masa kini, hiburan menonton menjadi aktivitas penting yang banyak dilaksanakan oleh banyak orang akibat dari berbagai manfaat yang dapat diterimanya.  Muncul juga beragam jenis film yang populer beredar di aneka media, seperti layar televisi, media internet, hingga di layar lebar bioskop. Dimana aktivitas menonton ini sekaligus memberi berbagai manfaat bagi orang yang melakukannya.

Dunia semakin padat, hingga akibatnya tingkat stres banyak orang akan berkemungkinan lebih tinggi untuk muncul dalam kehidupan. Tidak sedikit muncul di berita, beraneka macam orang menjadi stres dan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri akibat rasa putus asanya. Tentunya semakin lama informasi akan hal ini cukup banyak ditemukan bukan. Maka dari itu menonton film dapat dipilih sebagai alternatif kegiatan untuk melepas beban pikiran yang penat, hingga pikiran menjadi segar kembali untuk melanjutkan aktivitas dalam hidup. Seperti layaknya istilah banyak motivator yang menyerukan “dicharge dulu otaknya, supaya bisa berfungsi dengan kembali maksimal”. Tentunya ada banyak jenis film yang dapat dipilih untuk menghibur serta menyegarkan pikiran. Dalam pembahasan artikel dibawah ini akan menyajikan informasi akan satu jenis film yang dapat menjamin penontonnya dalam melepas penat setelah sekian lama menjalani aktivitas yang melelahkan pikiran.

Latar Belakang Unsur Fantasi

Tak dapat dipungkiri lagi, unsur fantasi memberi dampak yang penting bagi keberhasilan aneka macam film. Termasuk salah satunya jenis film thriller. Menjadi genre film yang seringkali dianggap mirip atau serupa dengan horor, padahal sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh. Memang betul film horor dan film thriller memiliki cukup banyak kesamaan diantaranya :  Kedua jenis film itu pun bisa dikaitkan menjadi suatu film yang memberi kesan horor bagi para penontonnya di genre Thriller yang menegangkan penuh misteri yang dicampur dengan kehororan dan pastinya untuk genre horor memberikan kesan seram tersendiri yang cukup intrinsik di dalam penyajian filmnya.

Unsur fantasi berperan penting bagi film thriller karena sang penulis naskah akan dengan bebas mengarang dunianya sendiri. Tidak perlu harus masuk akal, dan bisa jadi segila-gilanya. Kebebasan inilah yang menjadi suatu keunggulan yang unik dalam penyajian film bergenre thriller. Kejadian apapun bisa terjadi, tokoh dengan karakter macam apapun bisa muncul, dan tidak ada batasan dalam kelogisan yang menjadi patokan dalam film. Jadi sekalipun dikisahkan ada seekor anjing peliharaan dari sebuah keluarga dan tiba-tiba hewan tersebut berubah menjadi liar hingga membunuh seluruh anggota keluarga hingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar, cerita macam itu sangat mungkin terjadi.

 

Didukung dengan setting visual dan suara yang mencekam

Faktor suara dan setting lokasi yang dipakai tentu berperan penting bagi mendukung keberhasilan film tersebut. Penggunaan dua opsi ini yang tidak dilakukan secara baik dapat merusak keseluruhan cerita. Misalnya saja dalam suatu adegan komedi yang ingin diciptakan begitu lucu, namun lokasi yang dipakai adalah sebuah bangunan kuno menyerupai kastil angker seperti dalam film-film horor. Ditambah dengan penggunaan lagu klasik yang memberi rasa takut bagi setiap pendengarnya. Tentunya hal ini sangat tidak sesuai, bahkan dapat menjamin film komedi tersebut dinilai gagal dan sangat buruk oleh para penontonnya serta kritikus film.

Maka dari itu untuk dapat berhasil membuat film bergenre thriller, maka harus sangat memperhatikan pemilihan lokasi dan suara latar musik yang digunakan. Film jenis ini juga memiliki ciri khas yang tidak terlalu mementingkan banyak dialog. Aktor yang berperan cukup hanya menampilkan ekspresi yang mendukung dengan situasi dalam cerita. Diiringi dengan lagu bernada perlahan dan sayup-sayup, maka dijamin akan berhasil menghipnotis segenap penonton hingga ke pengalaman terseram dalam hidupnya.

 

Menegangkan dan Menantang Adrenalin

Faktor adrenalin juga sering digunakan dalam konsep suatu film thriller. Rasa takut dan berdebar-debar dalam menyaksikan adegan yang berlangsung akan membuat para penontonnya tidak dapat berhenti fokus untuk terus mengikuti alur cerita tersebut. Dalam film ini para penonton juga sering diposisikan sebagai sosok pembantu bagi si tokoh utama dalam film tersebut. Meskipun tidak dengan langsung ikut serta memecahkan masalah yang dialami. Hayo ngaku, pasti kalau kamu menonton film thriller yang menantang adrenalin ini pikiranmu akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya bukan? Supaya masalah yang dialami bisa dengan secepatnya diselesaikan dan baik kamu maupun si tokoh yang sedang menghadapi masalah dalam film bisa kembali tenang. Faktor ini memang dianggap cukup menjungkir balikkan emosi bagi para penontonnya. Namun para penonton tetap tidak merasa kecewa atau bahkan kapok setelah menontonnya. Justru film thriller yang berhasil memacu adrenalin penonton akan disukai banyak orang, sehingga menjadikan film ini berhasil dan ratingnya menjadi tinggi.

 

Kisah Kehidupan Sehari-hari yang Dikemas Dengan Plot Twist

Selain mengambil tema fantasi dalam alur ceritanya, film thriller juga banyak yang mengambil kondisi nyata seperti adegan yang umumnya terjadi sehari-hari. Sudah banyak jenis film thriller yang disajikan dalam adegan persis seperti yang biasa dialami banyak orang. Adegan seperti malam hari di toilet, saat pulang ke rumah di waktu malam, hingga saat sedang berada di rumah sendiri menjadi contoh kegiatan rutin yang sering diambil dalam menyajikan film thriller. Adegan biasa macam ini pun terbukti tidak membosankan bagi penontonnya.

Malah dinilai berhasil dalam membangkitkan rasa tertarik orang yang menontonnya. Tidak jarang juga suatu film thriller yang mengangkat tema yang sangat umum terjadi hingga menjadi sangat sukses dan terkenal. Semakin adegan tersebut memiliki kaitan dengan yang dianggap normal dan sering dialami masyarakat, maka akan membuat banyak orang semakin terpukau atas film tersebut. Hingga dalam kasus yang cukup bermasalah, adegan macam ini justru akan membekas hingga menghantui pikiran para penontonnya.

 

Mengusung Tema Psikologi

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa film thriller akan banyak yang mengangkat tema ini sebagai inti ceritanya. Jenis tema ini dapat dialami dalam berbagai jenis cerita, baik itu mengenai kehidupan sehari-hari, hingga ke kisah fantasi yang diluar logika. Tema ini selalu menjadi pemikat bagi banyak pecinta film horor maupun thriller. Salah satu alasannya, emosi dan psikologi yang diaduk akan sangat mendukung keberhasilan tema film yang bergenre mencekam ini. Sebut saja beberapa contoh film yang sudah ditayangkan mengenai kisah ini, tentunya banyak yang berhasil bukan? Beberapa contoh diantaranya seperti Orphan. Cukup dengan melihat covernya saja setiap orang sudah bisa menebak, bahwa film ini pasti akan mengisahkan mengenai suatu kejanggalan yang dialami oleh tokoh utama bernama Esther dalam film tersebut.

Akibat dari penelitian akan psikologi manusia yang terus berkembang dan tidak dapat disebut akan berkesudahan, banyak film yang mengusung tema psikologi sering dirancang menggantung di bagian akhirnya. Bisa jadi film itu akan bersambung ke film keduanya, atau memang tidak berakhir dengan penutup kalimat menggunakan tanda titik. Dimana hal ini berarti setiap penontonnya dapat mengembangkan kelanjutan dari akhir film tersebut sesuai keinginan dan pemahamannya masing-masing. Bisa jadi dibuat tokoh antagonisnya kalah, atau justru tokoh protagonisnya mati semua. Apakah kamu siap menonton film thriller di akhir pekan setelah berhari-hari pusing beraktivitas?